We're just trying to give meaning to life and makes life more meaningful.

.

Jalan Hidup

Setiap orang mempunyai prinsip dan pandangan yang berbeda di dalam memilih dan menentukan jalan hidupnya. Namun kadangkala jalan hidup yang dipilih seseorang bukanlah pilihan hatinya, karena ada hal lain yang lebih besar dari kemampuannya yang memaksanya untuk memilih jalan tersebut untuknya.

Jalan Sukses

Sebetulnya tidak ada kata tidak mungkin di dunia ini, karena semuanya ada yang berkuasa. Jika manusia mau berusaha dan selalu meminta pada yang punya kuasa, Dia pasti akan memberinya. Hanya saja, faktor kapan dan dimana permintaan itu akan terkabulkan, itu yang membuat kita tidak sabar menjalaninya.

Jangan Memaksakan Diri

Ada batas-batas yang dimiliki oleh manusia, dan kelemahan-kelemahan yang menjadi takdirnya. Adakalanya kita harus menundukkan kepala dan menyerah kepada ketentuan yang sudah digariskan, dan tidak bisa memaksakan kehendak seperti yang kita mau. Dan justru ketika kita menundukkan diri inilah, kita menjadi manusia yang sebenarnya.

Kita Semua Sama

Mungkin kita merasa rendah ketika berhadapan dengan orang yang lebih dari kita. Terkadang kita merasa sangat lemah ketika berhadapan dengan orang yang berkuasa. Namun sebenarnya kita lupa, bahwa kita semua adalah sama. Kita adalah makhluk yang lemah dihadapan-Nya. Kita adalah butiran debu di alam semesta.

Jangan Sombong

Jauhkanlah hatimu dari sifat sombong, karena sesungguhnya sifat sombong itu mengikis semua amalmu hingga tak tersisa. Ingatlah, sifat sombong itu dibenci oleh manusia, dan dibenci oleh sang Pencipta. Karena kesombongan hanya milik-Nya semata. Kelebihan yang kita punya hanya titipan-Nya, kita akan mempertanggungjawabkannya.

12 Agustus 2016

Install Windows 7 via LAN Sangat Mudah Menggunakan Windows Deployment Service



Bagi administrator jaringan, menginstall system operasi merupakan suatu hal yang cukup melelahkan, apalagi jika yang harus diinstall cukup banyak. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mempercepat proses instalasi, baik menggunakan CD/DVD, Flashdisk, Cloning, dan LAN.

Instalasi via LAN merupakan hal yang cukup rumit dilakukan karena harus mengkonfigurasi jaringan dengan benar, terutama setting DHCP, yang merupakan jembatan penghubung antara server dengan client yang akan diinstall. Demikian pula setting PXE boot-nya yang boleh dikatakan cukup rumit bagi pemula, baik itu di Linux maupun di OS Windows.

Namun rupanya pihak pengembang OS Windows cukup tanggap mengenai permasalahan ini, sehingga diciptakan sebuah sistim instalasi yang menurut saya cukup mudah dilakukan, baik bagi pemula sekalipun, yaitu dengan menggunakan Windows Deployment Service. Mengapa saya katakan cukup mudah, karena Windows Deployment Service (WDS) tidak memerlukan pengaturan DHCP secara detail, baik informasi PXE-bootnya, maupun OS yang akan diinstall. Hanya yang perlu diperhatikan adalah jika DHCP dan WDS berjalan di Server yang sama, perlu ada sedikit pengaturan khusus. Namun jika DHCP berjalan di lain Server, misalnya di mesin virtual, pengalaman penulis maka pengaturan DHCP tidak perlu diotak-atik lagi. Cukup install service WDS, jalankan Wizard, copy OS ke tempat khusus (kalau bisa jangan di C:), dan pastikan semua benar seperti yang dituntun oleh Wizard, dan selesai.

Saat pertama dijalankan saat penulis mencoba menginstall windows 7, yang jadi masalah adalah ketika client sudah bisa booting, tiba-tiba mentok di saat memasukkan username dan password. Setelah diselidiki ternyata format penulisan username adalah menggunakan system Deploy, yaitu instalasi via network, jadi formatnya harus seperti ini : username/Administrator, atau username@server.lan. Setelah pemasukan username dan password benar, maka proses instalasi akan berjalan dengan mulus. Dan karena instalasi berjalan via LAN, maka instalasi bisa dilakukan serentak untuk beberapa komputer sekaligus.

Begitulah kira-kira gambarannya sebagai inspirasi atau tuts (saya juga kurang paham istilah itu) tentang instalasi via LAN menggunakan Windows Deployment Service yang penulis alami.

03 Mei 2016

Turn On Network Discovery fo Private and Public Network



Agar network bisa ditemukan oleh client lain di jaringan yang sama di Windows 8 ataupun Windows Server 2008/2012, kita bisa setting private dan publik sekaligus menjadi ON.  Biar lebih mudah dan cepat gunakan command prompt dan jalankan sebagai administrator :

netsh advfirewall firewall set rule group="Network Discovery" new enable=Yes
Selesai !

Sumber bacaan : tertera di gambar di atas.

21 September 2015

Teknologi Barat yang Menakutkan


Teknologi manusia memang sudah mencapai titik yang cukup tinggi. Namun dibalik tingginya teknologi tersebut akan menjadi sangat menakutkan bagi kita jika digunakan pada hal-hal yang tidak semestinya.

Kita lihat saja misalnya teknologi HAARP seperti yang dilansir salah satu website : INDOCROPCIRCLES beberapa tahun yang lalu.

Kita berdo'a saja semoga kejadian-kejadian gempa dan bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini di berbagai penjuru dunia dan terutama runtuhnya tower di Mekkah Al-Mukarromah tidak ada hubungannya dengan program penghancuran menggunakan teknologi.

10 Juli 2015

Mini Linux Online to Deploy Application


Tak sengaja menemukan aplikasi cloud online berupa mini linux server untuk mendeploy aplikasi. Free user dapat menyalakan mesin selama 240-480 menit. Lumayan untuk mencoba aplikasi berbasis web tanpa harus bayar.

Untuk mengakses web kita bisa mengaksesnya melalui username.thinapps.org, yang mana username adalah hasil generate dari aplikasi kita.

Untuk mengaksesnya silahkan kunjungi : thinapps.org.

Install Canon Ip2770 di Ubuntu 14.04


Terdapat masalah ketika menginstall driver yang didownload dari website Canon untuk Ubuntu 14.04 yaitu file dependency libtiff4 tidak ditemukan. Usaha yang cukup keras diperlukan untuk menemukan solusi permasalahan tersebut.

Kebetulan penulis sudah resolve alias menemukan solusinya. Dengan menambahkan repository ppa:michael-gruz/canon-trunk
tidak berhasil. Kemudian penulis menambahkan secara manual ke /etc/apt/sources.list :
 
deb http://ppa.launchpad.net/michael-gruz/canon-trunk/ubuntu trusty main 
deb-src http://ppa.launchpad.net/michael-gruz/canon-trunk/ubuntu trusty main

Akhirnya berhasil menginstallnya. Anehnya printer tidak muncul-muncul juga, mungkin karena penulis tidak sabar kali ya. Akhirnya menambahkan juga printer secara manual. Coba-coba memilih dari network printer, eh muncul sendiri tuh usb printernya.

Cara lain yang belum penulis coba adalah mendownload dari debian :
ftp://ftp.us.debian.org/debian/pool/main/t/tiff3/libtiff4_3.9.6-11_i386.deb
tapi sudah kadung berhasil duluan menginstall dengan cara di atas, hehe...

Catatan Tentang Resolv.conf Ubuntu


Ubuntu versi 11 ke atas menyisakan tanda tanya tentang resolv.conf yang sempat membuat aku kebingungan. Karena setiap kali definisi dns server dimasukkan, setiap kali itu pula berubah.

Setelah beberapa lama, dan itu cukup lama, saya mendapatkan pencerahan dengan membaca beberapa comment dan petunjuk di ubuntu forum. Ternyata begini menurut pemahaman yang dapat saya tangkap dan menurut bahasa saya sendiri :D :D

File resolv.conf itu adalah hasil generate dari beberapa konfigurasi lain, seperti ifup, network interface, dan yang satunya lagi saya lupa. Jadi kita tidak bisa mengedit file resolv.conf itu sendiri karena setiap kali itu pula akan direplace dengan hasil generate tadi.

Cara yang menurut saya paling manjur adalah dengan mengubah file : /etc/NetworkManager/NetworkManager.conf pada baris: dns=dnsmasq. Kasih saja tanda centang di bagian depannya, atau bisa kita ganti langsung kali ya, saya belum mencobanya, karena dns-nameservers langsung saya letakkan di /etc/network/interfaces, dan ternyata resolv.conf pun ngambil dari network interfaces ini  ketika dnsmasq di network manager kita kasih comment.

Bagian lain yang mungkin cukup penting dan seringkali membingungkan adalah network manager desktop ubuntu seringkali tidak tampil ketika config manual kita aktifkan. Dan itu bisa saya selesaikan dengan menghapus config manual yang saya buat di /etc/network/interfaces. Nah sekarang yang jadi masalah saya adalah saya tidak sengaja menghapus interface eth1 yang ada di network manager sehingga interfacenya hilang semua. Saya buat secara manual dengan menambahkan ethernet ternyata tidak bisa.

Masalah lainnya adalah ketika file resolv.conf kita buat secara manual, dan itu dikenali sebagai bukan symbolic link oleh linux. :D. Ternyata itu cukup mudah, cukup hapus saja file resolv.conf tadi dan kita restart computernya, dan kita akan dibuatkan file resolv.conf kembali oleh system yang masih fresh, hehehe...

Ternyata file sederhana resolv.conf cukup membuat kelabakan ...

15 Juni 2015

Membuat File Dinamis


Biar kedengaran seru, judul di atas dibuat sedikit bombastis seperti Syaharini, menggambarkan sesuatu yang sedikit dari biasa menjadi luarrr biasa, cetar membahana, hahaha....

OK, kembali ke file, :D
Yang dimaksud dgn judul di atas sebetulnya adalah membuat sebuah file dimana file tersebut bisa berisi lebih dari satu file. Maksudnya?
Ya begitu. Satu file tapi di dalamnya berisi banyak file. Loh kok mbulet sih, hahaha...

Sebetulnya, kok sebetulnya lagi, he,,,
Maksudnya adalah di dalam sebuah file bisa berisi banyak file lainnya lagi, cuma disatukan dalam satu file, seperti file yang terkompresi, cuma bukan murni file kompresi. Mbulet lagi. hahaha

Oke langsung saja contohnya.
Kita ambil sebuah file gambar, biar nantinya filenya bisa dilihat sebagai gambar, walaupun sebetulnya bukan gambar 'ansich'. Anggap saja filenya bernama "gambar.jpg". Kemudian kita buat sebuah file kompress menggunakan winrar, winzip, atau 7zip dari sekian banyak file biar ringkas, misalnya kita beri nama filenya "kompress.rar". Lalu kita satukan file "gambar.jpg" dan file "kompress.rar" tadi menjadi satu. Dengan perintah :
-------------------------------------------------------
CMD
copy /b gambar.jpg+kompress.rar filehasil.jpg
-------------------------------------------------------
Ingat, kamu harus sudah bisa cara menjalankan Dos Command, dan tahu dimana letak file-nya. Jika belum, belajar lagi, hehe... Jika nama filenya panjang bisa kasih tanda petik "" di awal dan akhir file agar dikenali oleh DOS.

Sekarang kita lihat filenya, jika dibuka akan terlihat sebagai gambar. Kemudian kalau kita rubah extensi filenya menjadi "filehasil.rar" maka akan terlihat file yang kita kompress tadi. Kalau ingin melihat gambar, kita rubah lagi extensinya menjadi "filehasil.jpg". Lihat, dinamis bukan ? Kemudian kita bisa upload filenya ke hosting gambar, sehingga tidak tertolak. Atau kita kirim ke teman, jika filenya rahasia sehingga orang lain yang membuka tidak tahu kalau itu file rahasia karena yang terlihat hanya gambar saja. Haha...

Salam luar biasa ...

17 Desember 2014

Transparent Proxy Squid



Konfigurasi Squid di Linux yang sudah selesai, bahkan berjalan cukup sempurna, tapi ternyata belum selesai sampai disitu. Ketika di test dari client ternyata tidak ada respon request yang masuk. Entah apa yang salah.

Hal demikian seringkali terjadi karena hal kecil yang nampaknya sepele dan sering lupa, namun akibatnya cukup fatal. Pengaturan iptables atau firewall. Yup, ternyata masalahnya disitu.

Agar proxy bisa transparent maka setiap request dari port 80 harus dibelokkan ke port squid, standarnya 3128. Contohnya sebagai berikut :

iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128
iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
service iptables save (Centos) / iptables-save (Debian)


Dan jangan lupa untuk menforward ip di sysctl :
nano /etc/sysctl.conf
Ubah tulisan “net.ipv4.ip_forward” menjadi 1:

net.ipv4.ip_forward = 1;
Dan jangan lupa “sysctl –p” untuk merefresh dan menjalankan setting yang baru.

Lah kok squid kadang gak mau jalan sendiri ketika direstart. Itu mah gampang. Tambahkan saja perintah untuk start squid di rc.local

echo “/usr/local/squid/sbin/squid –k D” >> /etc/rc.local

 Perhatikan letak squidnya. Rubah sesuai tempatnya.
 atau langsung begini juga bisa, asal command squid sudah bisa langsung dieksekusi :

echo “squid” >> /etc/rc.local

Catatan kecil :
Port-port berikut adalah jika ingin dibuka untuk client :
acl Safe_ports port 995 # pop3 gmail
acl Safe_ports port 587 # smtp gmail
acl Safe_ports port 465 # smtp gmail
acl Safe_ports port 993 # smtp gmail
acl Safe_ports port 25 # smtp
acl Safe_ports port 110 # pop3
acl Safe_ports port 143 # pop3


Terima kasih.

02 November 2014

Setting Transmission Daemon di Debian


Sempat bingung ketika mencari setting torrent debian, masalahnya ambigu. Terdapat dua setting di dua tempat, yaitu :

~/.config/transmission-daemon/settings.json
dan
/etc/transmission-daemon/settings.json

Sudah diobrak-abrik habis-habisan tuh setting yang pertama, mulai dari mematikan whitelist,rpc-enable dirubah, sampai membolehkan semua koneksi luar tetap saja tidak bisa juga.

Solusinya ketemu DISINI.
Hmmh, akhirnya ketemu tanya jawab di bagian paling akhir, saya ikuti semua petunjuk dari awal diskusi, hingga selesai. Dan di bagian paling akhir ketemu benang ijonya (biar gak merah terus), yakni kesalahan menangani file config-nya yang semestinya di folder /etc yang di edit di folder /.config.
Dan secara gamblang sebenarnya sudah tertera DISINI.

Jika bingung untuk ngasih enable whitelistnya, kasih saja "127.0.0.1 0.0.0.0 *.*.*.*" Biar kena semua tuh alamat dan biar daemonnya sendiri yang mikir mau pilih yang mana, hahahaha .....

Salam dua jari!

23 Oktober 2014

Membuat Cloud Drive Sendiri



Sempat bertanya-tanya bagaiamana caranya membuat cloud drive seperti di dropbox atau amazon.

Pencarian pun dilakukan, dan membuahkan hasil. Yang pertama pilihan adalah jatuh pada seafile, karena itu yang langsung aku temukan :D, dan menurut kabar cukup mudah konfigurasinya dan client-nya juga kompatibel hampir dengan semua perangkat.

Enaknya lagi, cloud drive ini bisa buat kolaborasi kerja layaknya di google drive. Untuk versi online kita harus punya VPS (linux maupun windows) dan (optional) Domain.

Proses instalasinya cukup mudah, kita tinggal mengikuti wizard dan mengisi sesuai yang diminta saat instalasi berjalan.

Silahkan ke halaman UNDUHAN seafile baik server maupun client semuanya sudah lengkap ada disana.

Referensi: pencarian dari berbagai sumber.

07 September 2014

Akses Internet Ubuntu Server via Proxy


Sempat bingung ketika mau update apt via cli di ubuntu server. Pasalnya akses internet harus melalui proxy server karena instalasi ubuntu di virtual mesin. Pencarian pun dilakukan melalui mbah gugel. Dan ketemu clue-nya, begini :

Buka file /etc/environment dan tambahkan :


http_proxy="http://myproxy.server.com:8080/"
https_proxy="http://myproxy.server.com:8080/"
ftp_proxy="http://myproxy.server.com:8080/"
no_proxy="localhost,127.0.0.1,localaddress,.localdomain.com"
HTTP_PROXY="http://myproxy.server.com:8080/"
HTTPS_PROXY="http://myproxy.server.com:8080/"
FTP_PROXY="http://myproxy.server.com:8080/"
NO_PROXY="localhost,127.0.0.1,localaddress,.localdomain.com"
Ganti myproxy.server.com dengan alamat proxy dan 8080 dengan port yang sesuai.
Tambahkan lagi pada /etc/apt/apt.conf.d/ sebuah file bernama 95proxies dan isikan kode berikut :
Acquire::http::proxy "http://myproxy.server.com:8080/";
Acquire::ftp::proxy "ftp://myproxy.server.com:8080/";
Acquire::https::proxy "https://myproxy.server.com:8080/";
Jika cara diatas tidak berhasil, coba tambahkan file /etc/apt/apt.conf dan isi dengan : Acquire::http::Proxy "http://xx.xx.xx.xx:8080";
Semoga berhasil.
Untuk membangun proxy bisa merujuk ke SINI.
Untuk repo lokal bisa merusuk ke SINI.

24 April 2014

Catatan Seputar Squid



1. Membelokkan semua request ke proxy lain :

cache_peer parentcache.foo.com parent 3128 0 no-query default
never_direct allow all


Dengan config ini, jika parent cache gagal atau tidak merespon, maka semua request akan menampilkan pesan error.
Jika kita ingin membolehkan untuk menggunakan direct connection ketika parent proxy down kita bisa menggunakan pendekatan :

cache_peer parentcache.foo.com parent 3128 0 no-query
prefer_direct off
nonhierarchical_direct off


Perintah prefer_direct off  memerintahkan Squid untuk mencoba request pertama ke parent.

2. Membelokkan request domain tertentu saja

cache_peer parentcache1.foo.com parent 3128 3130
cache_peer parentcache2.foo.net parent 3128 3130
cache_peer parentcache3.foo.com sibling 3128 3130
cache_peer parentcache4.foo.net sibling 3128 3130
cache_peer_domain parentcache1.foo.com .google.com .yahoo.com
cache_peer_domain parentcache2.foo.net .vimeo.com .youtube.com
cache_peer_domain parentcache3.foo.com .id .go.id .web.id .co.id
cache_peer_domain parentcache4.foo.net   .uk .de .fr .no .se .it


Jika tidak menggunakan cache_peer bisa menggunakan directive :
acl INSIDE dstdomain .mydomain.com
always_direct allow INSIDE
never_direct allow all


Maka INSIDE akan selalu dibelokkan ke mydomain.com sedang yang lainnya direct.
Atau menggunakan IP internal dengan directive :
acl INSIDE_IP dst 192.168.0.1/24
always_direct allow INSIDE_IP
never_direct allow all


Contoh lain dari always_direct access list.
Misal, Jika kita ingin squid agar connect secara direct ke hotmail.com server, kita bisa menggunakan perintah berikut di config file:
acl hotmail dstdomain .hotmail.com
always_direct allow hotmail


3. Anonymizer

Jika kita memilih untuk menggunakan anonymizer kita harus memberi perintah opsi forwarded_for untuk mencegah client terungkapkan. Lupa untuk mematikan opsi forwarded_for akan mengurangi efektifitas dari anonymizer. Terakhir jika kita memfilter User-Agent header menggunakan opsi fake_user_agent dapat mencegah masalah beberapa user sebagaimana beberapa situs membutuhkan User-Agent header.
NB: Squid harus di built dengan konfigurasi --enable-http-violations sebelum di build.
Squid 2.6 - 2.7
Membolehkan penghapusan atau penggatian header tertentu melalui opsi http_header_access dan header_replace.
Squid 3.0
Membolehkan penghapusan atau penggantian selektif dari header spesifik di dalam request atau reply dengan request_header_access dan reply_header_access dan header_replace setting.
Squid 3.1
Menambah kemampuan 3.0 dengan pemotongan, penggantian, atau penghapusan header X-Forwarded-For-.


4. Squid Tanpa Cache

Kita bisa menggunakan squid sebagai proxy-only, tanpa membuat cache. Jadi tidak memberatkan dan mengurangi kapasitas harddisk.
Kita bisa menggunakan perintah cache access untuk membuat Squid tidak membuat cache setiap respon :
cache deny all
Pada Squid-2.7, Squid-3.1 dan sesudahnya kita juga dapat menghapus  semua opsi 'cache_dir' dari  squid.conf untuk mencegah pembuatan direktori cache.
Pada Squid-2.4, 2.5, 2.6, dan 3.0 kita perlu menggunakan "null" storage modul:
cache_dir null /tmp
Catatan: Perintah null cache_dir tidak mendisable caching, tapi tidak menyimpan atau membuat struktur cache. Directory (mis,/tmp) harus ada, jadi squid dapat chdir ke direktori tsb, Selain itu kita juga bisa menggunakan opsi coredump_dir .
Untuk konfigurasi Squid "null" storage modul, kita perlu meng-compile dengan command line:
--enable-storeio=null,...


5. Membatasi Besarnya File yang di Download
Kita bisa set secara global parameter reply_body_max_size. Opsi ini mengontrol besarnya HTTP message body yang akan dikirim ke cache client untuk satu request.
Jika batasan tercapai, maka secara otomatis koneksi ke klien akan terputus.
(!) Catatan: user-agents "buatan" ini akan tetap bisa men-download file besar melalui cache menggunakan HTTP/1.1 range requests.

To Be Continue ...